Mata dan telinga

Thursday, December 29, 2011

Keluh!


Dua puluh tahun yang lalu, butuh 10 hari untuk mengirim dan menerima balasan surat kilat khusus--Keluh!
Hari ini, butuh tidak lebih semenit untuk mendapatkan balasan SMS--Keluh!

Lima belas tahun yang lalu kadang-kadang harus mengantre lama untuk bisa mengakses internet--Keluh!
Hari ini tinggal pencet ponsel atau komputer sendiri--Keluh!

Sepuluh tahun yang lalu anda harus membayar Rp.3000 per jam untuk mengakses internet--Keluh!
Hari ini anda cukup membayar Rp.5000 untuk mendapatkan akses 24 jam penuh--Keluh!


Dua puluh tahun yang lalu anda harus bergantian dengan anggota keluarga membaca selembar koran--Keluh!
Hari ini dua puluh koran mengantre di linimasa twitter anda--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu anda harus punya paman yang banyak untuk tahu banyak--Keluh!
Hari ini anda cukup punya satu paman untuk menunjuki anda tempat mencarinya--Keluh!


Dua puluh tahun yang lalu anda harus ke wartel jam 10 malam untuk bisa menelpon SLJJ yang murah--Keluh!
Hari ini dengan Rp.300 hingga Rp.3000 anda sudah bicara bicara puas dengan ibu anda di rumah--Keluh!

Lima belas tahun yang lalu anda ngiler melihat orang menggenggam ponsel--Keluh!
Hari ini anda punya tiga nomor ponsel aktif--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu anda harus menunggu rumah kosong untuk bisa mencuri-curi telpon--Keluh!
Hari ini setiap anggota keluarga punya saluran telpon pribadi--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu gemerisik di telpon dianggap biasa--Keluh!
Hari ini kehilangan sinyal semenit bisa membuat sumpah serapah keluar--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu nonton dua saluran tv sudah luar biasa--Keluh!
Hari ini dua puluh kanal masih kurang banyak--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu dari Padang ke Jakarta lebih dari 30 jam diguncang-guncang bus--Keluh!
Hari ini anda bisa hanya akan makan siang di Jakarta untuk kembali istirahat di Padang--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu anda harus beli kamera dan film untuk bisa memotret--Keluh!
Hari ini anda cukup punya ponsel--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu mengirim telegraf masih canggih, walau telah ada sejak zaman koboi--Keluh!
Sepuluh tahun lalu mengirim telegraf lewat ponsel sudah canggih--Keluh!
Hari ini video dan suara bisa dikirim bersamaan--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu anda harus menabung sebulan untuk membeli satu kaset penyanyi kesayangan--Keluh!
Hari ini anda tidak perlu beli satupun asal punya akses ke internet--Keluh!

Sepuluh tahun yang lalu pita kaset yang kusut bisa membuat anda mencak-mencak--Keluh!
Hari ini anda tinggal unduh kembali--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu anda harus keluar masuk pasar barang bekas untuk mencari kliping berita untuk tugas sekolah--Keluh!
Hari ini tinggal ketik kata kunci di portal pencarian--Keluh!

Dua puluh tahun yang lalu mengeluh!
Sepuluh tahun yang lalu mengeluh!
Kemaren mengeluh!
Hari ini masih mengeluh!
Besok tetap akan mengeluh!

Keluh!


Sleman, 29 Desember 2011

Sumber gambar: http://julieamarxhausen.wordpress.com/2011/06/15/complaining-a-terrible-waste-and-very-contagious/
posted by Rahmat Febrianto at 8:04 PM

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home